Hadapi kenyataan

Saya akan pulang. Belum rezeki untuk bergraduat lagi, tapi saya akan pastikan waktu itu tiba.

Saya cuba membayangkan waktu tiba di KLIA. Barangkali saya akan menangis sebelum tiba, sedari mengharapkan kehadiran orang tua yang tak mungkin akan berada di sana.

Bagi mereka yang pernah kehilangan, benar, ini begitu menyakitkan. Lebih menyakitkan kerana tidak berkesempatan bertemu buat kali terakhir. Kerana itu, saya masih takut untuk pulang hadapi kenyataan.

Adakah saya seorang begini atau perlukah saya berpura-pura ibu saya masih lagi hidup?


One response to “Hadapi kenyataan

  • husna

    dear kak cheq,

    for what ever reason, life must goes on! time will heal evrything :(,
    u’d told before right, so how hard the pain is, Allah xkan menguji hambenye setimpal dengan kekuatan.

    take care kakakku, be strong !
    miss u lots .
    **hugs**

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: